REVIEW FILM: MINIONS (2015)

MINIONS (2015)





MINIONS (2015)
Reviewer : Triztan Famous
Minions... Minions... Minions... mahkluk kuning berpolah menyebalkan yang dengan cepatnya langsung menguasai dunia, dunia anak kecil setidaknya. Tak ada yang benar-benar baru sebenarnya dari film ini, hal-hal yang seru sudah kita dapatkan semua dari teaser, trailer dan snek peck yang berterbaran di internet.
Film Minions (2015) ini adalah prekuel sekaligus sekual Despicable Me yang sudah memiliki dua series. Minions berkisah tentang sejarah awal mula minions ada di bumi untuk mencari bos dalam gerombolan mereka. Bos pertama mereka adalah Dinasaurus, lalu manusia purba, Fir’aun, Drakula, Napoleon Bonapate, hingga akhirnya mereka tak memiliki bos untuk waktu yang lama.
Setelah mengalami masa stagnan yang cukup lama, akhirnya Stuart, Kevin dan Bob memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyian untuk kembali mencari bos yang baru. Sesampainya mereka di New York, mereka bermalam di sebuah pusat perbelanjaan dan melihat saluran televisi bernama VNC (Vilian Network Channel). Lewat saluran teve khusus penjahat itu kita mulai diperkenalkan dengan sosok Scarlet Overkill yang disuarakan oleh Artis peraih Oscar Sandra Bullock.
Melalui Vilian-Con International tahun 1968 Ketiga minions tersebut bertemu dengan Scarlet Overkill dan karena suatu kejadian di Villian-Con akhirnya Stuart, Kevin dan Bob menjadi anak buah Overkill. Tapi menjadi anak buah Overkill tak semudah yang ketiga Minions Itu kira, mereka harus mencuri mahkota ratu inggris terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa mereka bertiga pantas menjadi anak buah Scarlet Overkill.
Dengan cara yang sanggat mudah akhirnya ketiga Minions itu bisa mendapatkan mahkota ratu Inggris dan berebut dengan Scarlet Overkill karena suatu sebab hingga akhirnya bertemu dengan Gru, bos mereka dikedua film Despicable me satu dan dua.
Tak ada yang benar-benar mempesona dari film Minions yang begitu heboh untuk anak-anak di dunia, bahkan saya berani mengatakan jika ini film terburuk dari franchese Despicable Me yang memang sengaja ditargetkan untuk mengeruk untung sebanyak-banyaknya. Sangat disayangkan memang tak ada yang benar-benar baru di dalam Minions. Bahkan beberapa teman saya keluar dari bioskop saat film ini masih setengah main.
Paruh pertama film ini memang masih dapat dinikmati, tapi mulai saat Scarlet Overkill muncul, film ini terasa sanggat membosankan. Suara Sandra Bulock yang pernah meraih piala Oscar pun tampil tak begitu tangguh sebagai seorang penjahat super. Jika menilik sajian animasi dari Illumination eintertaiment memang tak ada yang benar-benar baik, sajian animasi di film ini masuk dalam katagori cukup.
Overall, minions adalah seri terburuk Despicable Me, yang sedari awal memang ditujukan untuk mengeruk untung besar-besaran lewat dunia anak-anak. Bahkan gara-gara minions, film Inside out yang jauh lebih superior dari segi kritik, kualitas dan Brand besar Pixar harus mengalah dua bulan hanya untuk tampil di bioskop Indonesia. Well, selamat menonton. Saran saya jangan berekspektasi macam-macam saat menonton film ini.
Skor: 4/10

skenario film pendek, anak baru








Anak Baru


Written by :
Triztan Famous

Directed by :
Triztan Famous

Produce :
Karang Taruna AMUNISI


       
CAST
Narator : wanita
Ibu Guru : wanita 25 tahun, rapih
Murid Baru/ fira : 17 tahun, berkerudung
Rizal : 17 tahun, bandel, urakan
Kemal : 17 tahun, bandel, urakan
Faizal : 17 tahun, bandel, urakan

GENRE : Drama, Romace, Comedy

SKRIP
IN. Di Dalam Ruang Kelas

1. Narator : Di sebuah sekolah yang entah ada atau tidak, terdapat sebutir kelas yang terdiri dari 37 ekor murid. Kelas itu mengalami suatu perubahan drastis. Karena suatu tragedi menimpa kelas ini. Dan inilah dia tragedinya.

GURU
(berjalan memasuki kelas, meletakkan tas dan buku pelajaran di meja) Selamat pagi anak-anak (tersenyum hangat, menyapa seluruh murid)
MURID
Selamat pagi Bu Guru (dijawab serentak oleh seluruh murid)
GURU
Anak-anak kemana murid-murid yang lain?. Masa kelas ini yang hadir cuma 3 orang saja
FAIZAL
Sakit masal Bu!
GURU  
Halah Yang bener? Bohong dosa lho ya,
FAIZAL  
Ehm, Nggak tahu deng Bu. Tapi kemarin mereka suruh Saya bilang begitu sama Ibu, sayakan orang yang amanah bu  
GURU  
Hadeuh (menepuk jidat, geleng-geleng melihat ketiga muridnya)
KEMAL  
Ibu kenapa bu? Pusing kepalanya?  
GURU  
Bukan, tabrakan (Dijawab ketus)
KEMAL  
Oooh Saya kira ibu sakit kepala (sambil ketawa cekikikan)
GURU  
Sudah-sudah. Sebelum masuk ke pelajaran pertama, Ibu mau memperkenalkan murid baru kepada kalian semua, kalian jangan ribut ya. Silahkan masuk (menyuruh murid baru untuk memasuki ruangan)
FIRA  
(Masuk kemudian melambaikan tangan) Halo teman-teman. Nama Saya FIRA F-I-R-A,
MURID
Hay fira!!! (menjawab serentak)
FIRA
Hay juga teman-teman, mohon kerja samanya ya, (menundukkan kepala sedikit sebagai tanda kehormatan) terimakasih dan salam kenal untuk semuanya
MURID
Iya Fira, sama-sama (dijawab serentak)

RIZAL  
Hay fira. Nama Saya RIZAL, biasa dipanggil sayang  ( Berdiri dan mendekati FIRA tapi teman yang lainnya mengembalikannya ke tempat duduknya semula )
GURU  
FIRA, silahkan pilih tempat yang ingin Kamu tempati  
(RIZAL, KEMAL, dan FAIZAL yang duduk berdekatan mungusir satu sama lain agar dapat duduk berdekatan dengan FIRA, tetapi kemudian FIRA memilih untuk duduk di depan meja Guru)

2. Narator : Pelajaranpun berlangsung dengan lambat, waktu 2 jam terasa menjadi 2 bulan tapi 2 bulan itu tidak lagi terasa karena mereka bertiga menghabiskan 2 jam pelajaran untuk menatap FIRA. Saat waktu istirahat tiba, KEMAL, FAIZAL dan RIZAL berebut untuk menarik perhatian FIRA.

KEMAL  
Ehm... FIRA, Kamu mau nggak Aku anter keliling sekolah? (berjalan mendekati FIRA)
FAIZAL  
Mending makan dulu aja sama aku, mumpung jam istirahat masih panjang (Jalan mendekati FIRA)
RIZAL  
Mendingan ke hati Aku aja  
FAIZAL + KEMAL  
HUUU DASAR!!!  
RIZAL  
Biarin aja!
FAIZAL
Minggir minggir minggir, calon pengantin mau lewat nih... (mengusir RIZAL dan KEMAL dari sisinya, lalu menarik lengan fira agar berjalan bersebelahan dengannya)
KEMAL  
Ya ga bisa gitu dong, aku kan yang dateng duluan  
FAIZAL  
Tapi itu nggak nentuin apapun  
RIZAL  
Benertuh!  
(FIRA pergi tanpa sepengetahuan mereka bertiga dan GURU datang)  
FAIZAL  
Gini aja sekarang kita tanya FIRA, Dia maunya sama siapa  
KEMAL + RIZAL  
Oke  
FAIZAL  
Gimana FIR-  
GURU  
APA? (membentak, membuat kaget ketiga muridnya) Apanya yang gimana?..! Cepat masuk ke kelas  
(KEMAL, FAIZAL, dan RIZALpun pergi ke kelas)

3. Pada saat pulang sekolah RIZAL, FAIZAL, dan KEMAL memutuskan untuk menanyakan kepada FIRA siapa yang akan Dia pilih diantara ketiga sahabat itu. Dan akhirnya hal inipun terjadi di halaman parkiran sekolahan.

KEMAL  
FIR, sekarang kamu mau pilih siapa? Kamu milih aku, RIZAL apa FAIZAL? Cepet pilih!  
FIRA  
A-aku (tergagap, bingung untuk memilih)
RIZAL  
Aku mohon segera pilih FIR. Aku sudah nggak kuat kaya gini terus, cepet pilih di antara kita bertiga. Aku butuh kepastian secepatnya!  
FAIZAL  
Bener tuh! Jadi FIRA tentukan pilihanmu mulai dari sekarang!. Apakah Kamu memilih Saya?, deal or no deal (sambil mengulurkan tangan untuk berjabat)  
FIRA  
Aku mau nerima yang menerima Aku apa adanya (menjawab dengan malu-malu)
RIZAL  
Itusih udah pasti aku orangnya FIR
KEMAL
Itu aku banget FIR
FAIZAL
Nggak perlu ragu deh kalau kamu pilih aku!
FIRA  
Benarkah?.
RIZAL
Yaiyalah, secara aku gitu lho
FIRA
Ehm, Sebenarnya Aku dulunya laki-laki
KEMAL  
(shock, hampir pingsan, sibuk mencari pegangan) ehm... Maaf, Aku baru sadar kalau Aku memiliki urusan di rumah (pergi terbirit-birit meninggalkan teman-temannya)
FAIZAL + RIZAL  
Aku juga (Pergi meninggalkan FIRA sendirian)

4. Narator Tragedi itu cepat tersebar dan kelas yang penghuni laki-lakinya suka gatel ke perempuan ini menjadi lebih pendiam dan waspada. Suasana kelaspun berubah derastis.

CUT TO THE END TITLE